WISATA SEJARAH KERATON MANGKUNEGARAN

KERATON MANGKUNEGARANKeraton Mangkunegaran merupakan salah satu icon wisata sejarah di Kota Solo. Keraton Mangkunegaran ini bisa menjadi pilihan wisata anda di Solo setelah mengunjungi Pasar Antik Triwindu dan Ngarsopuro, karena lokasinya berdekatan. Tepatnya di Jalan Ronggowasito, anda hanya menelusuri Jalan Diponegoro hingga habis dan Keraton Mangkunegaran tepat di depan anda.

Terdapat halaman yang luas didepan Keraton Mangkunegaran ini disebut Pamedan Mangkunegaran. Pada halaman ini, pernah diselenggarakan event besar tahunan di Kota Solo dengan skala internasional seperti WHC (World Heritage Centre),  SIEM (Solo International Ethnic Music), 3030, dan SIPA (Solo International Performance Art). Pada bagian timur Pamedan Mangkunegaran ini terdapat sebuah gedung Kavalleri. Dahulu gedung ini merupakan markas bagi para prajurit.

Keraton Mangkunegaran ini tak pernah sepi dipadati pengunjung domestik maupun luar negeri, tempat yang asri dan nyaman yang cocok untuk berwisata sejarah bersama keluarga. Anda pun bisa menikmati suara tabuhan gamelan di pendopo besar Keraton Mangkunegaran.

Pada masa lampau Keraton Mangkunegaran merupakan istana kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta. Dilihat dari segi arsitektur bangunan, Keraton Mangkunegaran memiliki ciri yang sama dengan keraton yang lain. Yaitu terdapat bangunan pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok besar yang kokoh. Gaya arsitekturnya masih terdapat ciri khas gaya Belanda dengan perpaduan gaya Jawa. Namun model bangunan keraton ini lebih kecil dari pada Keraton Kasunanan.

Keraton ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran dan dua tahun setelah dilaksanakannya Perjanjian Giyanti. Isi Perjanjian Giyanti yaitu membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta oleh VOC  pada tahun 1755.

Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said selalu memberontak pada VOC dan atas dukungan Sunan mendirikan kerajaan sendiri pada tahun 1757. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian Sungai Pepe di pusat kota yang sekarang bernama Solo yang meupakan cikal bakal berdirinya Keraton Mangkunegaran.



      

Leave a Reply