RIBUAN LAMPION HIASI LANGIT PASAR GEDE

LAMPION PASAR GEDHE__

Sejak dahulu Indonesia memang memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok melalui hubungan perdagangan di pesisir utara laut Jawa sekitar abad ke-15. Seiring berjalannya waktu, beberapa pedagang Tiongkok menetap di daerah setempat, dan menyebarkan budaya Tiongkok di tanah Jawa. Peleburan kedua budaya tersebut melahirkan budaya-budaya baru, seperti pembatikan dengan perpaduan motif Jawa dan Tiongkok yang menghasilkan batik – batik yang indah. Seperti contoh batik Lasem dan batik Tiga Negeri Tjoa. Selain batik, pedagang Tiongkok juga membawa budaya perayaan Imlek yang kita kenal sekarang.

Sempatkanlah berkunjung ke Solo saat menjelang Imlek. Solo memiliki cara unik tersendiri dalam merayakan Imlek atau tahun baru Tiongkok ini, sehingga sangat disayangkan apabila anda melewatkan perayaan Imlek di Solo.

Menjelang perayaan Imlek, sudut-sudut kota Solo dihiasi dengan nuansa Tiongkok. Salah satunya kawasan Pasar Gede Solo, dimana langit-langitnya dihiasi oleh ribuan lampion yang menambah kemeriahan Imlek di Solo. Lampion ini menjadi dekorasi tersendiri di jalan sekitar Pasar Gede. Semakin malam suasananya pun semakin meriah karena lampion di hidupkan satu persatu.

Dari ujung jembatan akan nampak gapura besar seperti bangunan gerbang di Tiongkok yang terbuat dari kertas minyak. Beberapa lampion juga ditata rapi memanjang di langit sepanjang jalan Urip Sumoharjo. Bangunan Pasar Gede tak luput dari hiasan ornamen Tiongkok, dimana lampion juga terlihat menggantung pada bangunan yang diarsiteki Ir. Thomas Karsten ini. Selain itu di jembatan Kali Pepe, juga terlihat lampion ini ditata berjejer rapat seperti tirai.

Nah, menariknya lagi diatas menara jam Pasar Gede, lampion ditata bertumpuk dan melingkar. Tak jarang bila menara jam Pasar Gede ini menjadi bidikan foto yang di tunggu-tunggu. Di sepanjang Kali Pepe pun terpasang lampion-lampion yang makin mempercantik malam. Dengan merogoh saku Rp 15.000,00 – Rp 20.000,00, anda bisa menyusuri kecantikan Kali Pepe dengan perahu yang juga dihiasi dengan lampion.

Selain lampion bulat merah yang mempercantik suasana Imlek, disepanjang jalan Sudirman, mulai dari Balai Kota Solo hingga PGS tertata lampion yang berbentuk 12 shio kepercayaan Tiongkok. Puncak perayaan Imlek tahun ini, dilepaskan puluhan kembang api yang menghiasi langit malam Pasar Gede. Begitu juga lentera –lentera diterbangkan yang menghiasi langit malam Pasar Gede Solo.



      

Leave a Reply