MALAM MINGGU ASYIK DI NGARSOPURO SOLO

Ngarsopuro bisa menjadi destinasi pilihan anda ketika melancong ke Solo saat malam minggu. Kawasan ini dekat dengan Jalan utama Slamet Riyadi, sehingga mudah untuk ditemukan. Kawasan ini menjadi tempat berkumpulnya warga Solo setiap Sabtu malam yang ingin menikmati suasana malam minggu Kota Solo bersama kawan ataupun sanak keluarganya.

Mulai pukul 18.00 – 21.00 WIB akses Jalan Diponegoro ditutup dan di sulap menjadi wisata belanja malam Ngarsopuro di tengah jalan. Tiap sudut Ngarsopuro,terdapat beberapa stan produk UMKM ditawarkan. Biasanya para pedagang menggelar dagangannya dalam tenda putih. Ngarsopuro, tempat dimana anda bisa bersantai sambil berjalan-jalan ataupun berbelanja aneka kerajinan khas Solo. Produk yang ditawarkan seperti cinderamata, handycraft, batik, dan lain sebagainya. Kuliner khas Solo seperti sate kere, nasi liwet, dan wedang ronde ataupun wedang asle juga tersedia disini. Bahkan anda bisa menikmati beberapa pertunjukan seni di panggung terbuka depan Pasar Triwindu. Seperti kethoprak, paduan suara, dan capoera.

ngarsopuro solo-2_
ngarsopuro solo-3_

Kawasan Ngarsopuro ini tak hanya dipakai sebagai wisata malam minggu, namun juga dipakai sebagai venue dalam event-event tahunan Solo yang bertaraf internasional untuk melestarikan budaya lokal seperti Solo International Performing Art (SIPA), Solo International Ethnic Music (SIEM), Kreatif Anak Sekolah Solo (KREASSO), Solo City Jazz, Solo Keroncong Festival, pemilihan Putra Putri Solo, Solo Batik Fashion, dan masih banyak lagi yang bisa anda nikmati.

Dahulu kawasan ini digunakan untuk berjualan barang-barang elektronik kaki lima karena pada saat itu pasar Triwindu masih belum tertata. Pada tahun 2009, pemerintah menata kawasan Ngarsopuro hingga sedemikian rupa. Para pedagang yang dulunya berjualan di jalanan, direlokasi ke kios-kios yang telah disediakan di kawasan itu. Pasar Triwindu yang tak tertata disulap menjadi rapi dan namanya berubah menjadi Pasar Windujenar. Keindahan kawasan Ngarsopuro pun juga di perhitungkan, mulai dari pembangunan trotoar  di tepi-tepi jalan yang dihiasi patung dan topeng untuk kenyamanan pejalan kaki hingga tembok yang dipenuhi lukisan mural serta lampu penerangan berbentuk kurungan burung yang menambah kesan vintage di kawasan ini. Menikmati Solo di malam minggu tak akan lengkap tanpa jalan-jalan di Ngarsopuro



      

Leave a Reply