KOLABORASI KESENIAN LOKAL DAN INTERNASIONAL PADA EVENT SIPA SOLO

EVENT SIPA SOLO_Kota Solo merupakan kota yang paling gencar dengan gerakan pelestarian budayanya, terutama budaya lokal. Kota Solo memiliki event-event budaya yang menarik untuk diikuti dan dinikmati dengan penataan yang apik. Tak heran bila kota Solo mempunyai julukan kota Budaya dengan slogannya “Solo Spirit of Java”.

Salah satunya event Solo International Performing Arts atau yang dikenal oleh masyarakat kota Solo dengan SIPA. SIPA merupakan event tahunan kota Solo yang sayang untuk dilewatkan. Event SIPA ini merupakan sebuah pagelaran seni budaya lokal maupun seni budaya internasional, selain itu juga terdapat pagelaran kesenian kontemporer yang membuat mata tak berkedip. Tentunya pagelaran ini disuguhkan dengan materi berupa seni pertunjukan, seperti seni tari, seni musik, seni teater, bahkan kolaborasi berbagai pertunjukan seni.

Event SIPA pertama kali diadakan pada tahun 2009 dengan tema “Arts Bring Unity, Unity Brings Harmony” di Pamedan Pura Mangkunegaran. Pemilihan lokasi ini, selain lokasinya strategis di tengah kota juga memiliki nilai sejarah yang tinggi berkaitan dengan sejarah perkembangan Kadipaten Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa pada Maret 1757. Kesuksesan event ini berlanjut hingga tahun 2012. Pada tahun 2013 terdapat perubahan,  lokasi event SIPA dipindah ke Benteng Vastenburg. Selain itu mekanisme pun juga dirubah, bila pada tahun-tahun sebelumnya event SIPA hanya disiapkan untuk tamu undangan atau penonton dengan tiket tertentu sehingga masyarakat umum hanya bisa menonton sambil berdiri dan saling berdesakan. Pada tahun 2013, SIPA  juga menyediakan tempat duduk bagi penonton tanpa tiket sehingga masyarakat lebih nyaman ketika menonton event SIPA.

Event SIPA 2014 ini mengusung tema “Generation of World Culture”  diselenggarakan pada 11 – 13 September. Acara ini juga dikemas dengan bagus dan menarik, lightingnya lebih meriah, juga stand bazaar lebih bevariasi. Ditambah dengan lomba fotografi yang makin menarik bagi para fotografer tentunya dengan hadiah yang fantastis. Pada tahun ini SIPA dimeriahkan oleh Just Live Dance (Jerman), Kabupaten Karimun (Kep.Riau), seniman asal Spanyol-Amerika, ISI Yogyakarta, IKJ (Jakarta) pada hari pertama. Kemudian pada hari kedua dimeriahkan oleh Sanggar Seni Budaya Gorontalo Inovasi (Gorontalo),  Collaboration of Stepharina, Eva and Atia (Malaysia), Maya Dance (Singapura), Kumpulan Seni Seri Melayu (Riau), Filiphina, Sudinparkebud Kabupaten Administrasi (Kep. Seribu). Hari terakhir tak kalah meriahnya, pertunjukan Harmonia Orkestra (Solo), The land of Arts (Thailand), Korea Selatan, Myanmar, Group Seni Hapsari (Bandung) juga menyedot ribuan penonton.



      

Leave a Reply

*