KERAMAIAN JALAN SLAMET RIYADI SOLO

Nama jalan Slamet Riyadi sudah tidak asing bagi warga Solo yang merupakan jalan raya utama di Kota Solo. Jalan Slamet Riyadi ini memanjang dari barat ke timur, mulai dari Tugu Purwosari hingga monumen Brigjend Ign. Slamet Riyadi yang terletak di sebelah barat PGS. Jalan Slamet Riyadi merupakan jalan satu arah ke arah timur mulai dari jam 06.00 – 23.00 WIB. Pada zaman penjajahan Belanda jalan ini bernama Jalan purwosari atau Poerwasariweg yang belum menarik seperti sekarang.

KERAMAIAN JALAN SLAMET RIYADI SOLO

Jalan Slamet Riyadi Solo sudah menjadi trademark Kota Solo. Banyak kegiatan yang menggunakan venue Jalan Slamet Riyadi seperti Solo Batik Carnival, Kirab Hari Jadi Kota Solo, dan Solo Menari yang menjadikan Jalan Slamet Riyadi sebagai sarana umum yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Jika ingin merasakan nikmatnya lari pagi, bersepeda santai atau sekedar jalan-jalan, cobalah menyusurinya di hari minggu. Karena di hari itu tiap pukul 05.00 – 09.00 WIB jalanan Slamet Riyadi Solo ditutup untuk kendaraan bermotor. Hal ini berhubungan dengan adanya Solo Car Free Day sebagai upaya pemerintah daerah untuk mengurangi polusi. Solo Car Free Day dimanfaatkan masyarakat untuk rekreasi, berolahraga, dagang pakaian, mengaspirasikan pendapat, sosialisasi dari beberapa komunitas, dan temu komunitas di Solo. Uniknya beberapa komunitas menyediakan fasilitas meja pingpong atau net voli agar masyarakat bisa berolahraga.

Jalan Slamet Riyadi Solo merupakan jalanan yang unik, hanya di jalan inilah yang memiliki rel di dalam kota yang biasa untuk lalu lalang kereta wisata. Jalan Slamet Riyadi memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, yaitu dengan adanya city walk. City Walk ini dipenuhi oleh pohon-pohon yang memberikan rasa sejuk bagi pejalan kaki, selain itu dilengkapi dengan tempat duduk setiap 15 meter untuk berteduh. City walk ini juga menyediakan jalur bagi tuna netra berupa blok agar bisa dirasakan dengan kaki mereka.

Di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo menjadi pusat ekonomi, pariwisata, budaya, pendidikan, tempat rekreasi, dan pelayanan publik. Ada museum Radyapustaka, taman hiburan Sriwedari, hotel, Solo Grand Mall, restoran, bank, dan toko-toko yang bisa memenuhi kebutuhan primer, sekunder maupun tersier warga Solo.



      

Leave a Reply