CERITA DI BALIK STASIUN SOLO BALAPAN

Stasiun Solo Balapan

Stasiun Solo Balapan sudah tidak asing di telinga kita. Lagu Stasiun Balapan  yang dinyanyikan oleh Didi Kempot itu telah membuat nama Stasiun Solo Balapan semakin terkenal di seluruh Nusantara.

Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun induk di Kota Solo, yang berlokasi di Kelurahan Kestalan dan Gilingan, Banjarsari,Solo. Stasiun ini terletak di jalur kereta api yang menghubungkan KotaBandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun Solo Balapan termasuk stasiun kereta api terbesar dan tertua  di Indonesia.

Penamaan Solo Balapan di stasiun ini diangkat dari sebuah kisah yang sederhana, namun menarik untuk kita ketahui. Jauh sebelum didirikan stasiun Solo Balapan, lahan  ini merupakan Alun-Alun Utara milik Keraton Mangkunegaran. Di dalam alun-alun itu terdapat lapangan pacuan kuda Balapan,  pada masa Mangkunegara VII.

Pertengahan akhir ke- 19,  Pemerintah Kolonial Belanda menggalakan perubahan  pola pedesaan menjadi pola perkotaan di Solo. Perubahan ini juga menyangkut soal sarana dan prasarana umum, salah satunya  alat transportasi kereta api. Pemerintah Kolonial Belanda pada saat itu sudah merencanakan pembuatan jalur rel kereta api dari Semarang menuju Solo, maka Solo harus punya stasiun kereta api. Lokasi lapangan pacuan kuda Balapan dianggap paling cocok dan strategis untuk dijadikan sebuah stasiun. Akhirnya, pacuan kuda itu diubah menjadi sebuah stasiun, dan nama Balapan tetap dipertahankan.

Stasiun Solo Balapan dikelola oleh Staats Spoor (SS) pada saat itu , dan sengaja dirancang stasiun antar kota dengan rel lebar. Lalu dikembangkan lagi jalur rel baru dari daerah-daerah di sekitar Solo menuju ke Stasiun Balapan. Jalur rel baru antar daerah ini dikelola oleh Netherland Indisch Spoor (NIS), lebar relnya sendiri lebih kecil dibanding rel milik SS. Karena jalur rel NIS ini memang diperuntukkan bagi kereta berukuran kecil yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Arsitektur bangunan Stasiun Solo Balapn di rancang oleh arsitek beraliran indische, Herman Thomas Karsten.

Setelah Stasiun Balapan berdiri, rel kereta api di stasiun dihubungkan dengan stasiun-stasiun di Kota Solo yang berada di titik-titik strategis, yaitu di Purwosari, Sriwedari, dan Jebres. Stasiun-stasiun itu terhubungkan oleh rel-rel yang melewati tengah kota di jalan Slamet Riyadi. 



      

Leave a Reply