ASAL- USUL SEKATEN SEBAGAI TRADISI RAKYAT JAWA

sekaten_Solo sebagai salah satu kota budaya memiliki tradisi yang berakar hingga saat ini. Tradisi yang diturunkan dari jaman dahulu salah satunya adalah Sekaten. Sekaten mengandung arti, “tuntunan” yang berarti nasehat yang menjadikan upacara tersebut sebagai sarana syiar agama Islam kepada masyarakat di sekitarnya. Sisi yang lain adalah sebagai “tontonan” atau hiburan dimana Sekaten mempunyai peran untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dan sebagai sarana penarik agar masyarakat mau berkumpul dengan senang hati disitu, sehingga tujuan pertama untuk melakukan syiar agama bisa tercapai.

Bila dilihat dari sejarahnya, Sekaten merupakan upacara yang diselenggarakan untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Sekaten digunakan Wali Songo sebagai media penyebaran Islam di tanah Jawa. Terutama Sunan Kalijaga yang mengusulkan cara penyiaran agama Islam dengan tidak menghapus adat atau tata cara masyarakat yang saat itu beragama Hindu. Kemudian dimasuki dan diganti tujuananya sesuai dengan ajaran Islam. Sekaten pertama kali dilakukan pada masa Kerajaan Demak kemudian berlanjut hingga masa kerajaan Surakarta dan Yogyakarta. Sekaten berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat, orang Jawa akhirnya mengatakannya menjadi sekaten. Peringatan ini diadakan pada setiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud  atau bulan Rabiul Awal menurut kalender tahun Hijrah. Sekaten rutin dilakukan di alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta.sekaten_

Di Kraton Kasunanan Surakarta, tradisi membunyikan dua perangkat gamelan sebagai tanda dimulainya sekaten masih dilakukan. Tepatnya di bangsal Pagongan yang terletak di Masjid Agung Surakarta. Dua gamelan ini dinamakan Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Awalnya pada saaat itu orang Jawa menyukai Gamelan, maka untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, Sunan Kalijaga mengusulkan agar dibunyikan gamelan di sekitar masjid. Dengan maksud agar masyarakat tertarik untuk datang. Nantinya masyarakat sudah datang dan berkumpul, kemudian diberi pelajaran tentang agama Islam.

Bila anda datang ke Solo, jangan lewatkan kemeriahan Sekaten yang terpusat di alun-alun utara Solo. Akan anda temui berbagai permainan tradisional, seperti perahu kaleng, dan ombak banyu, kicir-kicir, kereta mini, kereta kelinci, kora-kora, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan makanan khas Solo berjejer di pinggir jalan. Bagi anda yang hobi traveling, event Sekaten jangan sampai terlewatkan karena disini ada unsur tradisi, budaya serta religi yang masih terjaga oleh masyarakat Solo.



      

Leave a Reply