MOTIF JLAMPRANG YANG DINAMIS

batik motif jlamprang_Kalau di Yogyakarta terkenal dengan motif Nitik, maka di Pekalongan di kenal dengan nama motif Jlamprang. Batik motif Jlamprang merupakan salah satu ikon batik Pekalongan. Uniknya, motif Jlamprang diabadikan menjadi salah satu nama ruas jalan di Kota Pekalongan, Jalan Jlamprang. Anda bisa menemukan jalan Jlamprang di wilayah Krapyak-Pekalongan. Bukan seperti jalan biasa, di jalan Jlamprang ini banyak dijumpai workshop-workshop pengrajin batik rumahan yang hingga saat masih eksis membuat batik dengan motif Jlamprang hingga saat ini.

Batik motif Jlamprang ini dikenal sebagai pengembangan dari motif kain Stola yaitu kain tenun khas Gujarat yang dibawa oleh para pedagang dari India. Motif pada kain Stola ini memiliki ciri bentuk geometris menyerupai berbentuk bintang atau mata angin, dengan komposisi warna merah dan indigo.

Motif Patola inilah yang menginspirasi kreatifitas para pengrajin batik di daerah pesisir Pekalongan yang akhirnya melahirkan motif Ceplok menyerupai motif tenunan pada kain Patola yang kemudian kenal sebagai motif Jlamprang.

Ada banyak cerita mengenai motif Jlamprang yang cantik. Ada yang menyatakan bahwa motif Jlamprang dikembangkan oleh pembatik keturunan etnis Arab. Karena mayoritas keturunan etnis Arab memeluk agama Islam, dimana mereka memiliki keyakinan dalam ajarannya untuk tidak melukis dan menggambar makhluk hidup seperti binatang, burung, atau manusia. Sehingga mereka lebih suka berkreasi dengan ornament atau ragam hias berbentuk geometris. Seperti ragam hias kotak-kotak, persegi, empat atau segitiga dan sejenisnya yang salah satunya bisa kita lihat pada motif Jlamprang.

Seiring berjalannya waktu, motif Jlamprang pun berkembang sebagai bagian dari batik jawa modern dan juga menjadi bagian dari batik pesisir utara Jawa yang terkenal dinamis. Motif Jlamprang mengadopsi ciri warna batik pesisir yang kaya ragam, termasuk sebagai bentuk untuk memenuhi selera konsumennya. Warna yang dominan digunakan adalah merah, hijau, biru dan kuning. Namun masih terdapat pengrajin batik yang mempertahankan pakem warna asalnya, yaitu warna soga dan wedelan.



      

Leave a Reply

*