MAKNA MOTIF BATIK UDAN LIRIS

motif batik UDAN LIRIS__Udan Liris merupakan salah satu motif batik Solo yang cukup digemari oleh masyarakat. Kadang ada penyebutan “liris” atau “riris” yang sebenarnya memiliki arti yang sama. Motif batik udan liris ini memiliki bentuk dasar garis-garis miring sejajar, sehingga sering kali disebut dengan motif batik lereng gunung. Motif batik udan liris ini juga sering diartikan sebagai hujan gerimis atau hujan rintik-rintik yang merupakan simbol dari kesuburan, kesejahteraan, dan rahmat dari Tuhan.
Biasanya motif batik udan liris ini dihiasi juga dengan motif-motif batik yang lain diantara garis-garis tersebut agar semakin cantik. Seperti dihiasi dengan motif batik api yang berarti kesaktian dan ambisi. Selain motif batik api, motif batik setengah kawung yang juga turut menghiasi motif batik ini yang menggambarkan sesuatu yang berguna. Ada pula motif batik banji sawat merupakan lambang kebahagiaan dan kesuburan. Motif batik mlinjon itu melambangkan salah satu unsur kehidupan. Sedangkan motif batik tritis, melambangkan adanya ketabahan hati, dan motif batik ada-ada, melambangkan adanya perkasa. Yang terakhir motif batik untu walang yang melambangkan kesinambungan hidup.

Dahulu motif batik ini merupakan batik larangan di kalangan Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Motif batik ini hanya diperkenankan untuk dipakai oleh keluarga kerajaan. Batik motif udan liris ini lahir ketika Pakubuwono III menjalani laku teteki, atau yang disebut juga ibadah mati raga. Salah satu ibadahnya dijalani dengan laku kungkum atau berendam di sungai Premulung. Konon sungai tersebut berada di desa Laweyan dan mengalir dekat makam leluhurnya yaitu Kyai Ageng Henis. Kemudian tiba-tiba datang hujan gerimis dan angin bertiup, suasana inilah yang mengilhami Pakubuwono III menciptakan motif batik udan liris pada pertengahan abad XVIII.

Motif batik udan liris memiliki makna ketabahan dan harus tahan dalam menjalani hidup, tetap prihatin walaupun dilanda hujan dan panas. Tidak boleh mudah mengeluh, karena segala halangan dan rintangan itu harus bisa dihadapi dan diselesaikan bersama-sama.



      

Leave a Reply

*