Cialis 20mg Pas Cher cialis 20mg Kamagra 100 Suisse,kamagra 100,kamagra 100mg Avis,kamagra 100 Oral Jelly kamagra 100 kamagra gel,kamagra sverige,kamagra online kamagra online Viagra Kokemuksia,Viagra Netist? Kokemuksia,Naisten Viagra Kokemuksia viagra kokemuksia kamagra gel kamagra kaufen Levitra 10 Mg Kopen,levitra 10 Mg Ervaringen,levitra 10 Mg,levitra 10 Mg Bayer levitra 10 mg kopen Levitra Suisse,Levitra Compendium,Levitra 20 Mg levitra compendium

KISAH BLANGKON SOLO DAN JOGJA

KISAH BLANGKON SOLO DAN JOGJA

Blangkon adalah penutup kepala yang dikenakan oleh masyarakat Solo dan Jogja biasanya bermotif batik.

Mari kita bahas, sebenarnya apa sih yang membedakan blangkon Solo dan Jogja? Pada jaman dulu Surakarta (Solo) dan Jogja adalah satu kerajaan. Namun karena perjanjian Gianti yang akhirnya Solo dan Jogja terpecah menjadi 2 pusat pemerintahan yang berbeda. Perbedaan inilah yang menjadi sebab kenapa Solo dan Jogja mempunyai kebudayaan yang berbeda, termasuk perbedaan bentuk blangkon.

Blangkon adalah penutup kepala yang dikenakan oleh masyarakat Solo dan Jogja. Biasanya blangkon bermotif batik. Namun motif batik bukan merupakan faktor mencolok yang membedakan antara Batik Solo dan Batik Jogja. Faktor pembeda yang sangat mencolok terlihat pada bentuk blangkon itu sendiri. Secara kasat mata, ketika kita di hadapkan antara blangkon Solo dan blangkon Jogja akan langsung bisa terlihat perbedaannya. Ya, berbedaannya ada pada tonjolan yang ada pada bagian belakang blangkon itu sendiri atau biasa disebut mondolan. Blangkon yang memiliki tonjolan atau mondolan yang terletak di belakang blangkon itu blangkon dari masyarakat Jogja. Sedangkan blangkon yang tanpa tonjolan atau mondolan itu biasa dikenakan oleh masyarakat Solo.

Filosofi singkatnya begini, awalnya masyarakat Solo dan Jogja mempunyai kebiasaan memanjangkan rambut. Namun ketika Solo lebih dominan dikuasai Belanda akhirnya sedikit demi sedikit kebiasaan Belanda ikut terserap oleh masyarakat Solo, salah satunya cukur atau potong rambut. Karena rambut yang pendek, mereka tidak lagi mengikal rambutnya di blangkon. Itulah kenapa blangkon Solo tidak memiliki mondolan. Berbeda dengan mayarakat Jogja. Mereka masih menjalankan tradisi memanjangkan rambut yang akhirnya mondolan di blangkon Jogja sampai sekarang masih menjadi sebuah tradisi. Hingga sampai sekarang, baik blangkon Jogja ataupun blangkon Solo mudah ditemukan di tempat-tempat perbelanjaan, salah satunya di Pusat Grosir Solo yang menjadi pusat kios-kios penjual pakaian, aneka batik, aksesoris termasuk di dalamnya blangkon Solo dan Jogja.



      
  1. chauliawidiya Reply

    artikelnya bagus

Leave a Reply