KENAPA HARUS BATIK SOLO ?

Kenapa Harus Batik SoloSurakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Solo, merupakan kota yang berbau sejarah serta budaya. Kota yang pernah disambangi Joko Widodo dalam pergerakan kariernya ini mempunyai beraneka ragam jenis batik. Tak kalah dengan Jogyakarta, ragam batik Solo juga bermacam bentuk. Motif dari batik Solo sendiri berasal dari arti-arti simbolis yang dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu. Dalam motif batiknya sering ditemukan corak burung, naga, sawat, meru, maupun modang.

Keseluruhan corak batik milik Solo memang perpaduan bentuk geometris yang berukuran kecil. Ukuran motif yang kecil ini biasa disebut truntum. Sebuah kisah dilansir dari klasika-kompas. Dahulu hidup seorang Raja dan Ratu disebuah kerajaan, suatu hari sang Ratu bermurung sedih karena sang Raja tak memperhatikannya. Dibalik kesedihannnya sang Ratu, ia meluapkan kesedihannya dengan membatik motif bintang-bintang yang berukuran kecil. Motif batik yang dibuat sang Ratu pun mencuri perhatian sang Raja. Singkat cerita, akhirnya sang Raja mengembangkan motif batik yang lahir dari tangan Ratunya tersebut. Hingga menjadi ciri khas batik Solo.

Selain corak, yang membuat batik ini begitu terkenal adalah penempatan warnanya. Mengisi ruang bebas dengan pengolahan warna coklat yang khas atau bisa disebut sogan, hal inilah yang membedakan batik Solo dengan batik Jogya. Pemilihan warna yang cenderung lebih gelap, batik Solo mengikuti gaya batik pedalaman. Misal saja batik solo dengan corak sedikit hitam, di warna hitam ini tak sepenuhnya namun akan ada unsur coklat yang akan bercampur dengan warna hitam tersebut. Tak hanya hitam, unsur dasar bahan yang putih juga akan selaras dengan warna kecoklatan yang selalu menjadi ciri khas utama batik Solo. Bahkan unsur kecoklatan ini menjadi unsur yang terlihat menonjol dan kuat dari warna dasarnya. Beberapa motif batik Solo yang terkenal, diantaranya truntum, sidoluhur, alas-alasan, dan lain sebagainya.

Selain anda bisa mendapatkan batik Solo di pasar Klewer, anda juga bisa mendapatkan motif dan corak yang sama di Pusat Grosir Solo (PGS). Jaraknya tak jauh dari klewer, hanya 200 meter. Yuk, berbatik ria.



      
  1. Pingback: MOTIF BATIK PARANG, CIRI KHAS BATIK KLASIK SOLO - Pusat Grosir Solo

  2. Pingback: Mbok Mase : Sosok Pengusaha Batik Laweyan Di Awal Abad 20

  3. batikece Reply

    Terima Kasih Info sangat bermanfaat
    jika berkenan silahkan kunjungi juga website saya batikece.goleknafkah.com
    disitu terdapat produk2 batik buatan saya

Leave a Reply