BATIK TIGA NEGERI TJOA

batik tjoa_Batik tiga negeri adalah salah satu masterpiece dalam dunia batik. Batik tiga negeri merupakan sebuah motif yang menggambarkan tiga budaya Tionghoa, Belanda, dan Jawa saat zaman kolonial. Di dalam motif batik ini terdapat perpaduan dari berbagai batik yang ada di tiga tempat yang berbeda yaitu Lasem (Rembang), Pekalongan dan Solo. Motif batik tiga negara ini merupakan perpaduan bunga, daun serta isen-isen khas batik.

Konon warna yang diperoleh dari batik tiga negeri ini dilakukan di masing-masing wilayah yang berbeda. Untuk mendapatkan warna merah yang identik dengan etnis Tionghoa para pembatik harus menuju ke wilayah Lasem, banyak dihuni oleh etnis Tionghoa. Kemudian untuk memperoleh warna biru maka pembatik harus menuju ke wilayah Pekalongan. Sedangkan untuk mendapatkan warna coklat sogan, maka pembatik harus menuju ke wilayah Solo. Batik tiga negeri sangat legendaris dan bermisteri, karena  dibuat di tiga daerah yang memiliki kondisi geografis yang berbeda sehingga terkesan istimewa.

Dibeberapa tempat, nama batik negeri ditambahkan kata Tjoa. Untuk nama Tjoa yang melekat pada kain batik tiga negeri Tjoa diperkirakan berasal dari pemilik, pembuat dan pendesain batik pada tahun 1940. Saat itu, nama tersebut berasal dari dua nama yakni Tjoa Tjoen Kiat dan Tjoa Siang Swie.

Yang membedakan batik tiga negeri biasa dengan batik Tjoa adalah motif buket bunga dan binatang seperti motif burung hong yang hanya dimiliki oleh batik tiga negeri Tjoa. Penggunaan warna terang seperti biru atau hijau juga menjadi pembeda jelas dengan batik Jawa. Warna biru, hijau dan merah diyakini berasal dari hasil lukis pedagang China di pesisir laut Indonesia. Batik tiga negeri Tjoa didominasi oleh motif-motif cina seperti bunga-bungaan dan burung yang tidak ada di Indonesia. Keberadaan inisial “Tjoa” di setiap ujung kain batik bermotif tiga negeri menjadi pembeda dengan batik tiga negeri yang lain.

Motif khas batik tiga negeri menggambarkan ketiga daerah yang saling memiliki keterkaitan kuat. Prosesnya yang rumit dan memakan waktu yang panjang, dan juga makna filosofis sejarah yang tinggi. Sehingga nilai jual batik tiga negeri ini tinggi.



      

Leave a Reply

*